Latest Updates

RANGKUMAN PELAJARAN KYU V


“JANJI”



Kami berjanji : Akan tetap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati atasan, tidak
                       meremehkan bawahan, saling mengasihi dan saling menolong. 

Kami berjanji : Akan tunduk kepada pimpinan, mengikuti latihan tanpa keraguan, sebagai insan yang murni. 

Kami berjanji : Akan mengamalkan Kempo, bagi masyarakat banyak dan tidak hanya untuk kepentingan 
                       pribadi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.


“IKRAR”


Kami Putra Indonesia : Pecinta Tanah Air, bertekad mempertinggi martabat bangsa. 

Kami Putra Indonesia : Pembela Kebenaran dan Keadilan, Berperikemanusiaan, Bersopan santun,
                                   Senantiasa mengutamakan Kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan 
                                   pribadi.  
                                   
                                   Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.

Materi Praktek

1.      Zazen (bersemedi dan mengatur pernapasan), terdiri dari Gassho-Gamae dan Kesshu Gamae.
2.      Suwari kata (cara duduk), terdiri dari Anza (duduk bersila) dan seiza (duduk bersimpuh)
3.      Kamae, terdiri dari
·   Kesshu
·   Chudan kamae terdiri dari hidari (kiri depan) dan migi (kanan depan)
·   Ichi Ji kamae (posisi chudan kamae tetapi tangan depan membuka)
·   Sei tai (posisi somen chudan kamae)
·   Tai kamae (posisi kamai sama pada saat berpasangan)
·   Hiraki kamae (posisi kamai berbeda saat berpasangan)
4.      Umpo-Ho (Cara bergerak dengan kaki)
·   Mae Chidori ashi
·   Sashi komi ashi
·   Sashi kae ashi
·   Juji ashi
·   Kani ashi
·   Kumo ashi
5.      Zuki (pukulan)
·   Me uchi, Jo-dan, Chu-dan, Uraken, Hiraken, Torite, Hebhi, Furi, Kaghi, Hijhi ate, kumade, soken, mika.
6.      Geri (tendangan)
·   Kinteki, Komi, Mawashi (dalam), Kaeshi (luar), Age (atas), Shokuto, Ushiro (belakang).
7.      Uke tangkisan)
·   Shita uke, Soto uke, Uchi uke, Harai uke, Nio uke, Juji uke, Uwa uke.
8.      Ukemi (teknik mengelak dengan menjatuhkan diri)
·   Mae Kaiten (seperti rol depan)
·   Ushiro Kaiten (seperti rol belakang)
·   Dai Sharin (meroda)
·   Yoko Kaiten)
·   Zen ten kan
·   Han ten kan (hidari dan migi)
9.      Ken
·   Ten Chi Ken Dai Ikkie
·   Ryu O Ken Dai Ikkie
·   Giwa Ken Dai Ikkie
10.  Uchi Te
·   Shuto uchi dan Shuto kiri
11. Tai Sabaki (cara menggerakkan badan)
·   Hiraki sagari, jun sagari, Ryu sui, Han tenkan, Zen tenkan, Han tensin.
12. Urutan Waza Kyu IV
·   Ryu Sui Geri
·   Uchi Uke Zuki
·   Ude Juji
·   Kote Nuki
·   Kote Nuki yang disempurnakan
·   Gyaku Gote
·   Uwa Uke Geri vs Shuto Uchi
·   Randori Goho/Juho
13. Ashi sabaki
·   Heishoku-Dachi
·   Kaishoku-Dachi
·   Mae Kagishoku-Dachi
·   Ato Kagishoku-Dachi
·   Hyaku Choji-Dachi
·   Hachijishoku-Dachi
·   Yoko Kagishoku-Dachi
·   Koshoku-Dachi

SEN (Inisiatif)

 SEN (Inisiatif)

  1. Dalam setiap aspek, Shorinji Kempo adalah disiplin untuk melengkapi sisi kemanusiaan seseorang dan jalan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter seseorang. Karena alasan spiritual ini, seorang Kenshi pada dasarnya tidak memulai serangan terlebih dahulu.
  2. Untuk mencapai taraf tersebut, penting untuk menempatkan seorang Kenshi dalam posisi menguntungkan lawan – inilah yang disebut sen (inisiatif). Seseorang harus mencapai sen dalam latihan berpasangan dan berlatih mengendalikan sen dalam latihan.
  3. Dalam bentuk eksternal, ada tiga macam inisiatif, Sen, Go No Sen dan eni No Sen. Penting untuk melatih kemampuan mengendalikan Sen tanpa memandang waktunya.



Shorinji Kempo lebih dari sekedar ilmu beladiri biasa, tapi juga mengajarkan tentang prinsip-prinsip hukum alam. Siapapun yang bergabung dengan Shorinji Kempo tidak hanya berusaha untuk mengembangkan kemampuan teknik mereka tapi juga bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari dan perilaku mereka. Salah satu perwujudannya adalah dengan janji kita untuk tidak memulai perkelahian dengan siapapun. Prinsip ini bukan hanya berasal dari kelebihan teknik serangan balasan kita tapi lebih kepada ekspresi sikap mental Kenshi dalam kehidupannya.
Mempelajari teknik memang memerlukan tenaga dan waktu, tapi setiap Kenshi berangkat dari falsafah tadi dan harus memahami konsep Sen  yang dapat diraih melalui latihan berpasangan.
1.       Tai No Sen
Adalah saat dua orang yang berkelahi berada dalam jarak serangan. Saat penyerang mulai gerakan menyerang, seketika dia menyerang, yang bertahan melihat niat tersebut dan berusaha meredam serangan tersebut, baik dengan elakan, tangkisan maupun serangan balasan. Yang bertahan harus dapat melihat tanda tanda dimulainya serangan, seperti perubahan kamae, perubahan titik berat tubuh, gerakan bahu ataupun tangan. Sesaat sebelum serangan itu sampai di sasaran, dia harus dapat meredamnya.sen bersama. Oleh karena itu Sen ini juga disebut
2.       Go No Sen
Terjadi waktu seseorang memancing serangan lalu menghindari dan menangkis serangan tersebut. Seketika sang penyerang kehilangan konsentrasi, yang bertahan melakukan serangan balasan dan mengontrol situasi. Oleh karena itu Sen ini juga disebut sen menunggu/machi no sen. Menunggu di sini dalam artian bukan menunggu tanpa melakukan apapun karena kita harus selalu dalam keadaan siap untuk bergerak. Menampilkan keadaan tidak siaga kepada lawan juga merupakan sebuah strategi.
3.       Sen No Sen
Keadaan di mana seseorang sudah merasakan tanda-tanda bahwa lawan akan menyerang dan sebelum serangan dimulai dia sudah melakukan suatu teknik.
4.       Ki No Sen
Tiga Sen di atas didasari pada prinsip membaca serangan lawan sebagai inisiatif fisik (kihatsu no sen atau sen yang nyata). Sedangkan Ki No Sen didasari dari pengamatan psikologis lawan (mihatsu no sen atau sen yang nyata tetapi tidak menyangkut fisik) sebelum tanda-tanda penyerangan fisik, dengan usaha untuk mengontrol situasi. Tanpa Ki No Sen sulit untuk menggunakan Sen lainnya secara efektif.
Insting Dapat Dikembangkan dengan Latihan
Lima indera manusia terdiri dari kemampuan melihat, mendengar, mencium, merasakan dan meraba. Ada lagi indera keenam yang dikenal dengan ESP (Extra Sensory Perception). Shorinji Kempo mengenalnya dengan istilah yang lebih biasa yaitu “insting”.
Insting adalah proses pengambilan keputusan secara psikologis di luar kelima indera manusia. Insting bukanlah benda mistik tetapi kemampuan yang dapat dilatih. Cara untuk menajamkan insting adalah dengan mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari hal apapun dan mengembangkan pengetahuan tentang bagaimana hukum alam di dunia ini bekerja. Insting sejati tidak mengandalkan logika tetapi masih bergerak dalam lingkup hukum alam. Insting bukanlah bakat tatapi lebih berupa keahlian yang dikembangkan melalui usaha sehari-hari. Beberapa cara untuk mengembangkan insting:
  1. Mencari penjelasan mengapa sesuatu bisa terjadi.
  2. Memperhatikan sesuatu yang mempunyai hubungan dengan kejadian lain.
  3. Mengembangkan rasa tertarik pada banyak hal serta mencari, mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi yang terkumpul.
Insting adalah Salah Satu Kekuatan Manusia
                Insting adalah salah satu kekuatan dan sumber dari banyak penemuan-penemuan. Dalam kehidupan modern ini, manusia masih menggantungkan diri terhadap insting. Shorinji Kempo akan mengembangkan dan mempertajam kemampuan insting kita.

Pikiran, Ki dan Kekuatan

  • Latihan Shorinji Kempo bertujuan untuk mengembangkan jiwa / pikiran (shin ryoku), semangat (ki ryoku) dan kekuatan fisik / tubuh (tai ryoku), menggabungkan tiga hal tersebut dan melakukan tindakan sesegera mungkin.
  • Merasakan serangan lawan dan membela diri adalah cara kerja jiwa / pikiran (shin). Berusaha menaklukkan diri sendiri maupun lawan adalah cara kerja semangat (ki). Menaklukkan lawan dengan menggunakan teknik beladiri adalah cara kerja kekuatan fisik (tai).
  • Siapapun yang berlatih Shorinji Kempo harus mengembangkan intuisi dan keberanian (keteguhan hati) sehingga dapat selalu memunculkan perasaan tenang (Heijo Shin).



Pikiran, Ki dan Kekuatan adalah Sama Penting - Tindakan harus menggunakan Jiwa / Pikiran dan Fisik
Manusia diciptakan dengan jiwa dan raga, yang satu tidak dapat hidup tanpa yang lain, keduanya sama pentingnya. Sewaktu jiwa (pikiran) dan raga (tindakan) bekerja bersama, banyak hal luar biasa yang dihasilkan.Seorang ilmuwan tidak akan menghasilkan penemuan apapun tanpa mewujudkan pikirannya dengan tindakan. Manusia terkuat di dunia tidak akan berarti bila tidak menggunakan kekuatannya. Untuk mencapai hal apapun, pikiran, semangat dan kekuatan fisik harus bertindak secara bersamaan. Mungkin kita pernah mendengar cerita tentang orang yang mampu berbuat luar biasa saat terdesak. Misal seseorang ibu terluka parah dapat menggeser mobil untuk menyelamatkan anaknya, seseorang yang dapat melompati tembok yang tinggi saat dikejar anjing. Hal tersebut dapat terjadi jika pikiran, ki dan kekuatan bersatu. Jika seseorang pernah mengalami kekuatan ini, mempelajarinya dan berlatih untuk mengeluarkannya maka seseorang akan memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan apapun.

Penggunaan Mata - Happo Moku

Dalam beladiri, merasakan gerakan lawan adalah penting. Dalam melakukannya, pandangan kita harus memandang ke semua arah (happo moku). Melihat hanya ke satu arah dan mengubah-ubah arah pandangan akan membuat lawan tahu maksud kita. Berlatihlah untuk membaca gerakan lawan tanpa mengubah arah mata.

Intuisi - Mendapatkan Momentum Serangan dan Pembelaan Diri dan Memberikan Respon dengan Cepat

Kesempatan dalam menyerang dan membela diri adalah suatu hal yang cepat. Tidak ada waktu untuk berpikir dan membuat keputusan, seseorang harus mengambil kesempatan dengan cepat. Untuk melakukannya, kita harus memiliki intuisi / Kan. Intuisi telah dikenal sejak dulu sebagai kekuatan tertinggi manusia. Mendengarkan suara tanpa bunyi, merasakan sesuatu tanpa dapat dijelaskan asalnya adalah intuisi (biasa juga disebut indra keenam). Tidak ada cara untuk mengembangkan intuisi, selain mendapatkannya dari pengalaman kehidupan sehari-hari, menghubungkan kejadian-kejadian yang terjadi serta mendapatkan cara menghadapi kejadaian-kejadian tersebut.

Heijo Shin - Menggunakan Pikiran dan Tubuh dalam Sesuatu yang Dilakukan

Dalam berlatih, kita harus memunculkan keberanian dan keteguhan hati sehingga dalam kondisi apapun kita tidak mudah takut dan bingung.Pernapasan dan semangat tidak terpengaruh sehingga dapat mengahadapi kondisi apapun dengan perasaan tenang. Ketenangan jiwa ini disebut Heijo Shin. Hal ini adalah bentuk dari keteguhan hati (ton ryoku / kekuatan keberanian) dan merupakan perwujudan kekuatan semangat seseorang.

Langkah pertama untuk mengembangkan Heijo Shin adalah dengan berlatih, menguasai teknik untuk mengatasi serangan, mengembangkan kekuatan fisik dan menambah pengalaman, yang akan memberikan kepada kita rasa percaya diri sehingga muncul ketenangan jiwa.Langkah kedua adalah berjuang menghadapi kesulitan dan permasalahan, kuat menghadapi kondisi menyakitkan / menakutkan dan berhasil melewatinya. Mengatasi ketakutan dan kekhawatiran akan mengajarkan kepada kita bahwa tekad yang bulat dapat mengatasi segala kesulitan.

Zanshin - Gunakan Pikiran Anda sehingga Waspada

Saat kita yakin bahwa lawan sudah ditaklukkan, sebenarnya bisa saja lawan hanya menipu kita. Kita harus siap terhadap apapun yang mungkin terjadi, tidak hanya secara fisik tetapi juga pikiran sehingga kita tetap waspada. Karenanya penting untuk berlatih membangun kebiasaan melakukan zanshin, tidak hanya saat melakukan teknik, tetapi juga setelah teknik selesai dilaksanakan dan dalam waktu jeda antara satu teknik ke teknik lainnya.

Organisasi-Organisasi dalam Shorinji Kempo

 Organisasi-Organisasi dalam Shorinji Kempo






Ada empat organisasi dalam Shorinji Kempo Group:
  1. Kongo Zen Sohonzan Shorinji (Shorinji Kempo sebagai Organisasi Keagamaan)
  2. Sekolah Tinggi Zenrin Gakuen (Shorinji Kempo sebagai Organisasi Pendidikan) 
  3. Federasi Shorinji Kempo Jepang (Shorinji Kempo sebagai Organisasi Olahraga di Jepang)
  4. World Shorinji Kempo Organization (Shorinji Kempo sebagai Organisasi Olahraga di Dunia)
Berdasarkan kesepakatan, organisasi-organisasi ini membentuk Shorinji Kempo Group dan menunjuk Yuuki So (Shike Shorinji Kempo, Doshin So II) sebagai Ketua. Maksud didirikannya Shorinji Kempo Group ini adalah untuk menjamin pengajaran dan teknik yang didesain oleh Doshin So, tetap diturunkan dan dikembangkan selayaknya pada abad ke-21 ini. Oleh karenanya Shorinji Kempo bertujuan agar setiap organisasi benar-benar menjaga karakteristik khususnya, serta menjaga kerjasama yang baik, menyebarkan pengajaran, mengembangkan kegiatan pendidikan dan menyumbangkan kepada masyarakat dengan mengembangkan jenis individu yang dibutuhkan masyarakat.

Perkembangan Organisasi -

  • Tahun 1947, ketika Jepang berada di bawah kekuasaan tentara Sekutu, Kaiso mendesain beladiri Shorinji Kempo dengan misi memperbaharui negaranya dengan mengembangkan penduduknya.
  • Tahun 1948, Kaiso mendirikan Nippon Hoppa Shorinji Kempo Kai. Bersamaan dengan itu, Kaiso memperoleh pengesahan untuk membentuk organisasi keagamaan yang bernama Ko Manji Kyodan, yang terinspirasi dari organisasi Hong Wan Kai (masyarakat penderma) yang dia temui di Cina.
  • Tahun 1951, ketika Undang-Undang baru bagi organisasi keagamaan berlaku, Ko Manji Kyodan berubah nama menjadi Kongo Zen Sohonzan Shorinji. Saat itu banyak Kenshi baru yang merpakan karyawan Departemen Mesin Industri Kereta Api Nasional Jepang (sekarang Perusahaan Angkutan Kereta Api Jepang), anggota Pasukan Polisi Zentsuji (kini Pasukan Beladiri Jepang) dan pelajar-pelajar di Sekolah Menengah. Dengan cepatnya para Kenshi ini mendapat pekerjaan, berpindah atau memasuki perguruan tinggi sehingga Shorinji Kempo dapat tersebar dengan cepat.
  • Tahun 1956, berdiri Nihon Shorinji Kempo Bugei Senmon Gakko sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pada Tahun 1958 berubah nama menjadi Nihon Shorinji Budo Senmon Gakko (Akademi Beladiri Shorinji Jepang) yang kemudian membuka latihan beladiri penuh waktu dan juga kursus-kursus tambahan lainnya di seluruh Jepang. Pada Tahun 2002 membuka Sekolah Menengah dan pada Tahun 2003 berganti nama menjadi Zenrin Gakuen (Sekolah Tinggi Zenrin Gakuen) dengan membentuk kurikulum/fakultas manajemen kreatif dan teknik.
  • Tahun 1957 dibentuk Zen Nihon Shorinji Kempo Remmei (Federasi Shorinji Kempo Jepang). Pada Tahun 1963, untuk mengakomodasi perkembangan organisasi yang sedemikian cepat berubah menjadi badan usaha, bernama Shadan Hojin Nihon Shorinji Kempo Remmei (Perusahaan Federasi Gabungan Shorinji Kempo Jepang). Pada Tahun 1977, Federasi Shorinji Kempo Jepang bersama Federasi Judo, Kendo, Kyudo, Sumo, Karatedo, Aikikai, Naginata, Jukendo Nippon Budokan membentuk Zaidan Hojin Nihon Taiiku Kyokai (Dewan Budo/Beladiri Jepang). Pada Tahun 1990 bergabung dengan Nihon Budo Kyogikai (Asosiasi Pendidikan Fisik Jepang). Pada Tahun 1992 Federasi Shorinji Kempo Jepang berubah menjadi yayasan dengan nama Zaidan Hojin Shorinji Kempo Remmei.
  • Tahun 1972, dibentuk Federasi Shorinji Kempo Internasional oleh delapan negara, yaitu Jepang, Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Brazil, Swedia, Filipina dan Iran. Selanjutnya berkembang menjadi 18 negara dan diubah namanya menjadi World Shorinji Kempo Organization (WSKO).

Prinsip Ajaran Shorinji Kempo

              Prinsip Pertama Ajaran Shorinji Kempo (Beladiri dan Pengembangan Jiwa dan Raga yang Sehat) Seni ini tidak diciptakan untuk tujuan berkelahi atau mengalahkan orang lain tetapi sebagai metode untuk mempelajari penguasaan diri, keseimbangan jiwa dan raga serta kemajuan bersama dengan latihan. Shorinji Kempo membangun kembali tradisi ini dan memberikan manfaat kemampuan beladiri, pengembangan jiwa dan raga yang sehat.