Latest Updates
Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

ATEMI NO GO YOSHO



ATEMI NO GO YOSHO (Lima syarat / unsur serangan)
Betapapun kerasnya pukulan atau tendangan atau Atemi Lainnya ia tidak akan efektif tanpa memenuhi seluruh lima unsur / syarat serangan. Dalam kegiatan sehari-hari, seseorang harus benar-benar melatih untuk menyerang titik kelemahan pada orang yang nyata untuk meguji efeknya. Melalui latihan menyerang dan membeladiri Anda dengan menggunakan do , kita berusaha untuk menginternalisasi lima unsur tersebut. Adapun lima unsure tersebut yakni:
           1. kyu SHO (Titik Kelemahan)
        2. MA AI (Jarak Sasaran)
        3. KAKU DO (Sudut Sasaran)
        4. SHYOKU DO (Kecepatan Serangan)
        5. KYO JITSU (kebulatan Hati)


Kyu SHO (Titik Kelemahan)
Seperti sudah pernah diajarkan, dalam tubuh manusia ini ada banyak sekali Titik Kelemahan. Penting sekali bagi kita untuk menghafal dan dengan sekejap dapat menemukan letaknya titik kelemahan tersebut, terlebih-lebih terhadap badan yang sadang bergerak. Secara umum titik kelemahan yang di kenal untuk permainan Kempo ada 138 tempat. Adalah menjadi syarat utama untuk dengan sempurna memasukan serangan kita ke "spot" itu.
MA AI (Jarak Sasaran)
Penting untuk diingat dan dirasa penentuan jarak jangkau antara lawan dan kita. Jarak di sini bukannya agar dapat terkena tetapi sasaran harus kena pada saat pukulan / tendangan kita mencapai titik optimumnya, dengan keadaan kuda - kuda yang terkuat. Untuk itu setelah "terasa" jarak cukup maka harus diperhitungkan gerak pundak, pinggul, dan sebagainya agar jarak tersebut tidak "lepas" lagi.
KAKU DO (Sudut Sasaran)
Untuk lebih mengefektifkan serangan, maka tidak semua titik kelemahan dapat dimatikan dengan serangan yang sama.Serangan ke SUI-GETSU misalnya hanya efektif pada 10 derajat - 15 derajat. Demikian juga titik kelemahan lain, lain pula sudut serangannya.
SHYOKU DO (Kecepatan Serangan)
Dalam melakukan serangan, makin cepat serangan itu mendarat, makin baik. Ini bukan berarti bahwa serangan itu harus dilakukan terburu - buru, melainkan kecepatan "di jalan" sampai sasaran. Betapa kerasnya buku - buku atau otot - otot kita akan terkalahkan oleh speed serangan yang mengenai titik kelemahan. Sarung tinju yang berisi yang berisi spoons yang kenyal dan lembek itu pun ika diluncurkan dengan kecepatan tinggi dapat menghasilkan "Knock out", juga lipatan kertas koran jika disabetkan dengan kecepatan tinggi dapat memutuskan sumpit, begitulah contohnya. Memukul benda - benda keras, bukan hanya melukai kulit luar saja, tetapi sesuai dengan jaringan - jaringan syaraf yang juga rusak, maka akan membawa akibat kelainan - kelainan internal tubuh lawan.
KYO JITSU (kebulatan tekad)
Kebulatan hati di sini mencakup kebulatan mental dan phsik, artinya kita siap lahir batin untuk melancarkan serangan.Sebenarnya melakukan ATEMI itubukan hanya tenaga lawan, tetapi juga kekuatan mental lawan. Kyu JITSU phisik terlihat dalam sikap Gamae kita.
Kyu JITSU mental, misalnya kalau kita "lengah" atau "kendor" semangat kita, maka saat beberapa detik itu dapat mengakibatkan kecelakaan fatal bagi kita atau "kendor"-nya kesiapan kita itu membuat pukulan / tendangan kita menjadi "tidak berisi" atau terbaca lawan , sehingga sia-sialah tenaga yang kita keluarkan.
Demikianlah jika serangan kita ingin efektif berisi dan mantap maka tidak satu syarat pun bisa tertinggal. Tidak cara lain untuk menyempurnakan refleks, kecepatan, pengenalan titik kelemahan, dan sebagainya, selain berlatih dengan keras dan penuh variasi gerakan di dojo dengan diperlengkapi alat - alat (Do) untuk mempraktekan dengan sesungguhnya bagaimana rasanya serangan

Karakteristik Shorinji Kempo

 Karakteristik Shorinji Kempo




Shorinji Kempo no tokuchō
Shorinji Kempo adalah seni bela diri di mana etika moral dan merupakan bagian penting dan ada enam karakteristik atau prinsip-prinsip dasar yang setiap praktisi harus memahami. Ken Zen ichinyo [拳禅一如] (ken = berkelahi, Zen = bersemedi, Ichi = satu, Nio = badan), riki ai funi [力爱不二] (penyatuan kekuatan dan cinta ), shushu kōjū [守主攻従] (Shu = diutamakan, Syu = bertahan, Ko = menyerang, ju = disesuaikan),fusatsu katsujin [不杀活人] (fu = tidak / tanpa, satsu = membunuh, gai = menyakiti / merugikan), Goju Itai [刚柔一体] (Go = kasar, Ju = lemah, Ittai = bersama-sama), kumite shutai [组手主体] (Kumite = berpasangan, Shutai = diutamakan).
Dalam bahasa Jepang ini disebut " Shorinji Kempo no tokuchō "[少林寺拳法の特徴]. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada Zen Buddha Filsafat (Kongo Zen) dan mencerminkan Shorinji Kempo dan karakternya sebagai seni bela diri. Ken zen ichinyo menggambarkan metode pelatihan dan riki ai funi menggambarkan cara yang tepat untuk bertindak dan hidup.Shushu kōjū dan fusatsu katsujin menjelaskan penggunaan yang benar dari teknik. Goju Itaidan kumite shutai adalah karakteristik untuk pelatihan teknik. Berikut adalah penjelasan singkat tentang karakteristik ini.

ken zen ichinyo
Ken zen ichinyo - ken = berkelahi, Zen = bersemedi, Ichi = satu, Nio = badan

Karakteristik pertama adalah " ken zen ichinyo "[拳禅一如]. Ken [拳] berarti tinju dan mengacu pada tubuh fisik dan zen [禅] berarti roh atau pikiran. Hal ini bertujuan untuk melatih tubuh dan pikiran kita. Seringkali orang berpikir tentang pikiran dan tubuh sebagai entitas yang terpisah, tetapi dalam kenyataannya tidak begitu. Ketika sesuatu yang mengejutkan kita, jantung berdetak lebih cepat. Jika kita sakit, bukan hanya tubuh yang bereaksi, tapi juga pikiran kita menjadi tertekan, dan tidak punya keinginan untuk melakukan sesuatu. Dalam hal ini, tubuh dan pikiran tak dapat dipisahkan. Ketika kita berlatih Shorinji Kempo, penting untuk menjaga keseimbangan antara pelatihan fisik dan spiritual.
Shorinji Kempo tidak hanya teori pikiran, atau apakah ada cara untuk mencapai kebahagiaan spiritual melalui latihan murni fisik. Latihan Shorinji Kempo adalah metode untuk mengisi tubuh dan pikiran dengan hati-hati memeriksa diri sendiri dan mencari peluang dalam diri mereka.

riki ai funi
Riki ai funi - penyatuan kekuatan dan cinta 

Karakteristik kedua adalah " riki ai funi "[力爱不二]. Idenya adalah bahwa tidak ada seorang pun dapat hidup dalam kebahagiaan dengan cinta dan kasih sayang saja, kecerdasan dan kekuatan juga diperlukan. Jika Anda melihat orang lain dipukuli, cinta dan kasih sayang dapat membuat Anda ingin membantu mereka, tetapi jika Anda tidak memiliki keberanian, kekuatan, atau cara untuk mengambil tindakan, maka Anda tidak bisa membantu. Bererti kekuatan tanpa cinta dan kasih sayang adalah kelemahan. Dalam rangka mengatasi ketidakadilan atau korupsi, yang pertama harus memiliki kemampuan untuk mengevaluasi baik dan yang buruk, maka pengetahuan tentang bagaimana untuk menilai situasi dan bagaimana menggunakan kemampuan seseorang dan kemudian keberanian untuk berdiri untuk memenuhi bahaya.
Ada pepatah yang mengatakan: "Keadilan tanpa kekuatan adalah berdaya. Kekuatan tanpa keadilan adalah kekerasan "Seperti kenshi Anda harus menyelaraskan kekuatan dan cinta, menyatukan kecerdasan Anda dan kasih sayang Anda, dan kemudian - menggunakan ini sebagai dasar bagi tindakan Anda -. Anda harus membuat hidup Anda sendiri yang stabil dan bahagia dan aktif berkontribusi untuk perdamaian dan kesejahteraan masyarakat.

shushu kōjū
Shushu kōjū - Shu = diutamakan, Syu = bertahan, Ko = menyerang, ju = disesuaikan

Shorinji Kempo karakteristik ketiga adalah " shushu kōjū "[守主攻従], yang dapat diterjemahkan sebagai" pertahanan utama, serangan sekunder ". Metode teknis Shorinji Kempo dirancang sedemikian rupa sehingga mereka mulai untuk membela terhadap serangan dan serangan balik setelah melindungi diri. Hal ini karena Shorinji Kempo didasarkan pada gagasan bahwa seni bela diri hanya untuk membela diri terhadap kekerasan. Karena alasan moral kita tidak boleh menyerang tanpa alasan. Ada juga alasan teknis, dalam membuat posisi seseorang ditembus memungkinkan seseorang untuk merebut keuntungan yang datang saat lawan membuat langkah pertama.

fusatsu katsujin
Fusatsu katsujin - fu = tidak / tanpa, satsu = membunuh, gai = menyakiti / merugikan

Karakteristik keempat Shorinji Kempo adalah " fusatsu katsujin "[不杀活人]. Teknik Shorinji Kempo ini bukan untuk membunuh atau melukai orang. Mereka adalah untuk melindungi diri sendiri, membantu orang lain dan meningkatkan kehidupan masyarakat. Shorinji Kempo teknik yang efektif dalam menyebabkan rasa sakit yang membuat orang kehilangan kemauan untuk melawan. Hal ini dicapai dengan menyerang titik-titik kelemahan. Selain itu, memungkinkan penggunaan rasional taktik, teknik dan kekuatan didasarkan pada prinsip-prinsip, memungkinkan Anda untuk mendapatkan manfaat besar dari daya kecil. Shorinji Kempo bertujuan untuk selalu membantu orang lain dan tidak pernah membunuh atau melukai siapa pun. Fusatsu katsujin juga penting dari sudut pandang Shorinji Kempo sebagai Gyo [行] untuk mengembangkan individu.

Goju Itai
Goju Itai - Go = kasar, Ju = lemah, Ittai = bersama-sama

Ciri kelima Shorinji Kempo adalah " Goju Itai "" [刚柔一体]. Gōhō [刚法] (metode keras) berartitsuki [突き] (pukulan), keri [蹴り] (tendangan), uchi [打ち] (palu), Kiri [切り] (daging), kawashi[かわし] (penghindaran), dll Juho [柔法] (metode lembut) berarti Shuho [守法] (metode pertahanan), nuki (melepas) [抜き], gyaku waza [逆技] (gabungan membalikkan), nage waza [投技] (teknik melempar), dan sebagainya. Meskipun gōhō dan Juho masing-masing memiliki elemen sendiri melengkapi dan saling memperkuat satu sama lain untuk menjadi lebih efisien. Ini adalah apa yang kita sebut Goju Itai teknik. Ada unsur Juho dalam gōhō dan elemen gōhō dalam Juho , yang kita sebut Goju Itai aplikasi.
Satu dapat membandingkan dua aspek hubungan antara gigi dan bibir. Bibir yang lembut, tidak memiliki kemampuan untuk menggigit atau mengunyah melalui hal-hal sebagai gigi bisa. Namun, dengan gigi tapi tanpa bibir makanan akan keluar dari mulut dan Anda tidak bisa makan apa-apa. Hanya dengan bantuan dari bibir gigi dapat mencapai tujuannya.

kumite shutai
Kumite shutai - Kumite = berpasangan, Shutai = diutamakan

Karakteristik keenam Shorinji Kempo adalah " kumite shutai "[组手主体]. Dalam Shorinji Kempo adalah pelatihan berpasangan adalah norma. Hal ini untuk memperoleh keterampilan bahwa seseorang tidak bisa belajar sendiri, seperti Maai [间合] (jarak) dankyojitsu [虚実] dalam serangan dan pertahanan dan situasi lain yang timbul karena lawan bergerak. Selain itu, bukan hanya soal membuat diri lebih kuat, tetapi untuk mengembangkan semangat koperasi dengan bekerja bersama-sama dengan orang lain dan menjadi lebih kuat bersama-sama dengan teman-teman dan rekan-rekan. Dengan menerapkan teknik pada setiap rasa sakit lain dan berbagi satu Temukan bernuansa pendekatan kecepatan dan kekuatan tingkat saat seseorang. Itulah cara bahwa dua orang yang melatih bersama-sama dapat meningkatkan baik teknik dan karakter mereka.

Sistem Pelatihan Shorinji Kempo


  1. Jenis latihan teknik Shorinji Kempo adalah: kihon, hokei, randori dan embu.
  2. Melalui latihan berpasangan, Shorinji Kempo memberikan kepuasan kepada kita dalam pengembangan bersama dengan pasangan sehingga latihan adalah jita kyoraku yang menyenangkan yang mengubah orang secara mental dan fisik.
  3. Seseorang tidak boleh berlatih hanya dengan kihon dan hokei, tetapi juga randori dan embu sebagai aplikasi yang membuat seseorang berlatih maai (jarak) dengan lawan yang berbeda-beda di setiap teknik yang dilaksanakan.
Kihon

Kihon merupakan program untuk menguasai cara fundamental dalam menggerakkan tubuh. Termasuk di dalamnya serangan, tendangan, pertahanan, kuda-kuda, cara berdiri, cara bergerak dengan kaki dan cara menggerakkan tubuh. Kihon merupakan unsur mendasar yang membentuk teknik Shorinji Kempo.
Hokei
Dalam ilmu beladiri pada umumnya, jurus dan teknik yang dikombinasikan untuik tujuan latihan disebut kata, berasal dari bahasa Cina yang berarti “cetakan untuk membentuk besi cor”, sehingga bisa diartikan sesuatu yang tetap dan tidak berubah. Shorinji kempo menggunakan istilah hokei, yaitu pola-pola serangan dan pola-pola balasan yang dilatih secara berpasangan. Pelatihan ini dibuat untuk membangun kemampuan adaptasi pada penyerangan tiba-tiba dalam pertarungan. Hokei  sendiri bisa diartikan sebagai “prinsip yang telah terbentuk”, digunakan untuk mengingatkan kita bahwa prinsip di balik pola tersebutlah yang merupakan ajaran utama dari hokei.
Teknik-teknik Shorinji kempo dibuat untuk mengontrol lawan dengan prinsip-prinsip anatomi serta refleks tubuh. Untuk menguasai teknik-teknik ini diperlukan pengertian tentang prinsip-prinsip dalam latihan untuk bergerak sesuai prinsip tersebut. Dengan pola serangan yang sudah diatur, akan memudahkan para pemula untuk belajar sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut. Belajar menyerang dan bertahan secara bergantian, akan memberikan kemajuan bagi kedua orang yang berlatih.
Randori
Randori adalah metode untuk mempertajam pelajaran hokei. Randorimenyatukan pola-pola hokei dengan kombinasi teknik penyerangan dan pertahanan. Shorinji Kempo dibentuk untuk mempelajari hokei secara berpasangan, tetapi jika hanya berlatih pola hokei yang sudah diatur, seseorang hanya akan belajar bereaksi terhadap serangan yang sudah diketahui. Tujuan dari hokei tidak akan pernah dicapai dengan cara itu. Untuk mengembangkan kemampuan untuk bereaksi terhadap lawan dengan ketenangan diri dalam melakukan hokei, seseorang harus mempelajari teknik sampai tahap di mana gerakannya dapat keluar secara insting, walaupun ia tidak tahu bagaimana ia akan diserang.
Randori mengajarkan kita untuk bergerak sesuai ilmu yang kita pelajari. Seperti yang ditekankan oleh Kaiso, kita tidak boleh memandang randorisebagai pertarungan untuk kemenangan saja. Latihan Randori dengan menggunakan do dan handgloves hanya akan menunjukkan kekurangan kita secara terbatas. Jika kita memandang randori sebagai jalan untuk menang, akan menyebabkan timbulnya kebiasaan buruk dalam penggunaan teknik. Shorinji Kempo menentang latihan dan kompetisi yang hanya menekankan pada pelajaran randori. Ada batasan-batasan yang timbul akibat penggunakan do dan handgloves. Pertama, penggunaan handgloves akan membataasi penggunaan teknik juho yang memerlukan gerakan tangan dan jari-jari yang bebas. Gaya bertarung seseorang akan dibatasi dengan hanya menggunakan pukulan dan tendangan, kebiasaan buruk akan timbul karena menyepelekan bahaya dari serangan pegangan lawan. Kedua, bahaya lain akibat pukulan atau tendangan yang teredam oleh do, yang menyebabkan seseorang dapat membalas serangan dalam randori, yang mungkin saja kalau terjadi dalam pertarungan yang sebenarnya akan berakibat fatal. Perubahan dari latihan yang serius menjadi permainan kemenangan, inilah yang menghilangkan makna latihan dan teknik-teknik Shorinji Kempo.
Kompetisi turnamen juga mendorong orang mempunyai tujuan yang salah, dengan merangsang keinginan untuk bertarung, untuk menang atas lawan. Semakin seseorang berkonsentrasi untuk mengalahkan orang lain, semakin lupa ia untuk belajar, untuk menang atas dirinya sendiri. Kaiso mengatakan: “seseorang yang menantang orang lain dan mencar kemenangan, hanya untuk pamer kekuatan, atau untukmendapatkan penghargaan dan pujian, tidak mempunyai tempat di masyarakat yang suka bekerjasama dan saling menguntungkan.
Latihan Shorinji Kempo didasari pada ajaran Jita Kyoraku (kebahagiaan bersama orang lain) dan kita menekankan latihan bersama, menikmati hubungan persahabatan dan membantu satu sama lain untuk maju dalam Shorinji Kempo. Latihan yang memprioritaskan pada randori atau menitikberatkan padda kemenangan dan kompetisi sebagai tujuan latihan, telah kehilangan prinsip vital dari Shorinji Kempo.
 Embu
Embu adalah cara menerapkan hokei di mana terjadi pertukaran peran yang menyerang dan yang bertahan sehingga masing-masing menjadi pelaku dan penerima teknik. Jika menghadapi berbagai serangan yang berubah-ubah dari lawan, sangat penting untuk meresponnya dengan teknik yang layak. Latihan embu juga sangat efektif untuk mengaitkan satu teknik ke teknik berikutnya. Setiap pasangan harus memusatkan ketepatan masing-masing hokei yang dipelajari juga pada pelaksanaanembu yang menekankan pada kaitan antar teknik dan mengubah satu teknik ke teknik lainnya.

Maai dan Peluang untuk Menyerang dan Membela Diri



Untuk mempelajari Shorinji Kempo sebagai bela diri, seseorang harus dapat memperhitungkan maai (jarak) yang tepat dalam memanfaatkan peluang dalam membela diri. Berdasarkan prinsip shushu Koju, membela diri adalah dalam jarak toma dengan inisiatif menunggu serangan lawan (go no sen). Untuk mendapatkan peluang yang cepat dalam menyerang dan membela diri, pelajari teori-teori dalam Shorinji Kempo.Selanjutnya banyak berlatih dan menambah pengalaman sehingga mampu mengembangkan intuisi / reflek.

 Maai untuk Menyerang dan Membela Diri

Maai adalah jarak antara seseorang dengan lawannya. Kihon maai (jarak dasar), Chikama (jarak menyerang) dan Toma (jarak membela diri).Kihon maai adalah jarak di mana seseorang dapat memukul atau menendang efektif setelah satu langkah. Yang lebih dekat adalah Chikama dan yang lebih jauh adalah Toma. Maai bukanlah hal yang tetap tetapi bervariasi tergantung kondisi kita dan lawan, di antaranya: sikap berdiri, tempat, penggunaan senjata dan kemampuan senjata yang digunakan.

Peluang untuk Menyerang dan Membela Diri
Peluang untuk menyerang dan membela diri adalah moment / detik yang seketika untuk melakukan penyerangan, pembelaaan diri atau penyerangan balik.Peluang datang terutama dalam situasi berikut:
1.       Sikap Berdiri Lawan Memberikan Peluang Penyerangan
Misalnya, kamae lawan yang terbuka saat diam merupakan kesempatan untuk menyerang.
2.       Saat Lawan Menyerang
Kamae lawan terbuka saat dia menyerang. Hal ini terjadi karena pikiran dan tubuh terkonsentrasi pada serangan sehingga membuka peluang kita untuk menyerang balik.
3.       Saat Serangan Balik Kita Masuk dan Tubuh Lawan ditaklukkan
Setelah serangan balik dan lawan sudah kita lumpuhkan maka kita berpeluang menyerang lagi.
4.       Saat Lawan mengubah posisi
Peluang lain adalah saat lawan bergerak / mengubah sikap berdirinya
5.       Saat Serangan Lawan Terhenti
Bahkan saat lawan menyerang bertubi-tubi, pasti serangannya suatu saat akan terhenti. Peluang untuk menyerang muncul sebelum lawan mengubah posisinya.
Hanya ada satu cara untuk mengetahui peluang untuk menyerang dan membela diri di atas, yaitu dengan memiliki intuisi / reflek yang dapat diperoleh melalui latihan yang berulang-ulang

SEN (Inisiatif)

 SEN (Inisiatif)

  1. Dalam setiap aspek, Shorinji Kempo adalah disiplin untuk melengkapi sisi kemanusiaan seseorang dan jalan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter seseorang. Karena alasan spiritual ini, seorang Kenshi pada dasarnya tidak memulai serangan terlebih dahulu.
  2. Untuk mencapai taraf tersebut, penting untuk menempatkan seorang Kenshi dalam posisi menguntungkan lawan – inilah yang disebut sen (inisiatif). Seseorang harus mencapai sen dalam latihan berpasangan dan berlatih mengendalikan sen dalam latihan.
  3. Dalam bentuk eksternal, ada tiga macam inisiatif, Sen, Go No Sen dan eni No Sen. Penting untuk melatih kemampuan mengendalikan Sen tanpa memandang waktunya.



Shorinji Kempo lebih dari sekedar ilmu beladiri biasa, tapi juga mengajarkan tentang prinsip-prinsip hukum alam. Siapapun yang bergabung dengan Shorinji Kempo tidak hanya berusaha untuk mengembangkan kemampuan teknik mereka tapi juga bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari dan perilaku mereka. Salah satu perwujudannya adalah dengan janji kita untuk tidak memulai perkelahian dengan siapapun. Prinsip ini bukan hanya berasal dari kelebihan teknik serangan balasan kita tapi lebih kepada ekspresi sikap mental Kenshi dalam kehidupannya.
Mempelajari teknik memang memerlukan tenaga dan waktu, tapi setiap Kenshi berangkat dari falsafah tadi dan harus memahami konsep Sen  yang dapat diraih melalui latihan berpasangan.
1.       Tai No Sen
Adalah saat dua orang yang berkelahi berada dalam jarak serangan. Saat penyerang mulai gerakan menyerang, seketika dia menyerang, yang bertahan melihat niat tersebut dan berusaha meredam serangan tersebut, baik dengan elakan, tangkisan maupun serangan balasan. Yang bertahan harus dapat melihat tanda tanda dimulainya serangan, seperti perubahan kamae, perubahan titik berat tubuh, gerakan bahu ataupun tangan. Sesaat sebelum serangan itu sampai di sasaran, dia harus dapat meredamnya.sen bersama. Oleh karena itu Sen ini juga disebut
2.       Go No Sen
Terjadi waktu seseorang memancing serangan lalu menghindari dan menangkis serangan tersebut. Seketika sang penyerang kehilangan konsentrasi, yang bertahan melakukan serangan balasan dan mengontrol situasi. Oleh karena itu Sen ini juga disebut sen menunggu/machi no sen. Menunggu di sini dalam artian bukan menunggu tanpa melakukan apapun karena kita harus selalu dalam keadaan siap untuk bergerak. Menampilkan keadaan tidak siaga kepada lawan juga merupakan sebuah strategi.
3.       Sen No Sen
Keadaan di mana seseorang sudah merasakan tanda-tanda bahwa lawan akan menyerang dan sebelum serangan dimulai dia sudah melakukan suatu teknik.
4.       Ki No Sen
Tiga Sen di atas didasari pada prinsip membaca serangan lawan sebagai inisiatif fisik (kihatsu no sen atau sen yang nyata). Sedangkan Ki No Sen didasari dari pengamatan psikologis lawan (mihatsu no sen atau sen yang nyata tetapi tidak menyangkut fisik) sebelum tanda-tanda penyerangan fisik, dengan usaha untuk mengontrol situasi. Tanpa Ki No Sen sulit untuk menggunakan Sen lainnya secara efektif.
Insting Dapat Dikembangkan dengan Latihan
Lima indera manusia terdiri dari kemampuan melihat, mendengar, mencium, merasakan dan meraba. Ada lagi indera keenam yang dikenal dengan ESP (Extra Sensory Perception). Shorinji Kempo mengenalnya dengan istilah yang lebih biasa yaitu “insting”.
Insting adalah proses pengambilan keputusan secara psikologis di luar kelima indera manusia. Insting bukanlah benda mistik tetapi kemampuan yang dapat dilatih. Cara untuk menajamkan insting adalah dengan mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari hal apapun dan mengembangkan pengetahuan tentang bagaimana hukum alam di dunia ini bekerja. Insting sejati tidak mengandalkan logika tetapi masih bergerak dalam lingkup hukum alam. Insting bukanlah bakat tatapi lebih berupa keahlian yang dikembangkan melalui usaha sehari-hari. Beberapa cara untuk mengembangkan insting:
  1. Mencari penjelasan mengapa sesuatu bisa terjadi.
  2. Memperhatikan sesuatu yang mempunyai hubungan dengan kejadian lain.
  3. Mengembangkan rasa tertarik pada banyak hal serta mencari, mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi yang terkumpul.
Insting adalah Salah Satu Kekuatan Manusia
                Insting adalah salah satu kekuatan dan sumber dari banyak penemuan-penemuan. Dalam kehidupan modern ini, manusia masih menggantungkan diri terhadap insting. Shorinji Kempo akan mengembangkan dan mempertajam kemampuan insting kita.

Pikiran, Ki dan Kekuatan

  • Latihan Shorinji Kempo bertujuan untuk mengembangkan jiwa / pikiran (shin ryoku), semangat (ki ryoku) dan kekuatan fisik / tubuh (tai ryoku), menggabungkan tiga hal tersebut dan melakukan tindakan sesegera mungkin.
  • Merasakan serangan lawan dan membela diri adalah cara kerja jiwa / pikiran (shin). Berusaha menaklukkan diri sendiri maupun lawan adalah cara kerja semangat (ki). Menaklukkan lawan dengan menggunakan teknik beladiri adalah cara kerja kekuatan fisik (tai).
  • Siapapun yang berlatih Shorinji Kempo harus mengembangkan intuisi dan keberanian (keteguhan hati) sehingga dapat selalu memunculkan perasaan tenang (Heijo Shin).



Pikiran, Ki dan Kekuatan adalah Sama Penting - Tindakan harus menggunakan Jiwa / Pikiran dan Fisik
Manusia diciptakan dengan jiwa dan raga, yang satu tidak dapat hidup tanpa yang lain, keduanya sama pentingnya. Sewaktu jiwa (pikiran) dan raga (tindakan) bekerja bersama, banyak hal luar biasa yang dihasilkan.Seorang ilmuwan tidak akan menghasilkan penemuan apapun tanpa mewujudkan pikirannya dengan tindakan. Manusia terkuat di dunia tidak akan berarti bila tidak menggunakan kekuatannya. Untuk mencapai hal apapun, pikiran, semangat dan kekuatan fisik harus bertindak secara bersamaan. Mungkin kita pernah mendengar cerita tentang orang yang mampu berbuat luar biasa saat terdesak. Misal seseorang ibu terluka parah dapat menggeser mobil untuk menyelamatkan anaknya, seseorang yang dapat melompati tembok yang tinggi saat dikejar anjing. Hal tersebut dapat terjadi jika pikiran, ki dan kekuatan bersatu. Jika seseorang pernah mengalami kekuatan ini, mempelajarinya dan berlatih untuk mengeluarkannya maka seseorang akan memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan apapun.

Penggunaan Mata - Happo Moku

Dalam beladiri, merasakan gerakan lawan adalah penting. Dalam melakukannya, pandangan kita harus memandang ke semua arah (happo moku). Melihat hanya ke satu arah dan mengubah-ubah arah pandangan akan membuat lawan tahu maksud kita. Berlatihlah untuk membaca gerakan lawan tanpa mengubah arah mata.

Intuisi - Mendapatkan Momentum Serangan dan Pembelaan Diri dan Memberikan Respon dengan Cepat

Kesempatan dalam menyerang dan membela diri adalah suatu hal yang cepat. Tidak ada waktu untuk berpikir dan membuat keputusan, seseorang harus mengambil kesempatan dengan cepat. Untuk melakukannya, kita harus memiliki intuisi / Kan. Intuisi telah dikenal sejak dulu sebagai kekuatan tertinggi manusia. Mendengarkan suara tanpa bunyi, merasakan sesuatu tanpa dapat dijelaskan asalnya adalah intuisi (biasa juga disebut indra keenam). Tidak ada cara untuk mengembangkan intuisi, selain mendapatkannya dari pengalaman kehidupan sehari-hari, menghubungkan kejadian-kejadian yang terjadi serta mendapatkan cara menghadapi kejadaian-kejadian tersebut.

Heijo Shin - Menggunakan Pikiran dan Tubuh dalam Sesuatu yang Dilakukan

Dalam berlatih, kita harus memunculkan keberanian dan keteguhan hati sehingga dalam kondisi apapun kita tidak mudah takut dan bingung.Pernapasan dan semangat tidak terpengaruh sehingga dapat mengahadapi kondisi apapun dengan perasaan tenang. Ketenangan jiwa ini disebut Heijo Shin. Hal ini adalah bentuk dari keteguhan hati (ton ryoku / kekuatan keberanian) dan merupakan perwujudan kekuatan semangat seseorang.

Langkah pertama untuk mengembangkan Heijo Shin adalah dengan berlatih, menguasai teknik untuk mengatasi serangan, mengembangkan kekuatan fisik dan menambah pengalaman, yang akan memberikan kepada kita rasa percaya diri sehingga muncul ketenangan jiwa.Langkah kedua adalah berjuang menghadapi kesulitan dan permasalahan, kuat menghadapi kondisi menyakitkan / menakutkan dan berhasil melewatinya. Mengatasi ketakutan dan kekhawatiran akan mengajarkan kepada kita bahwa tekad yang bulat dapat mengatasi segala kesulitan.

Zanshin - Gunakan Pikiran Anda sehingga Waspada

Saat kita yakin bahwa lawan sudah ditaklukkan, sebenarnya bisa saja lawan hanya menipu kita. Kita harus siap terhadap apapun yang mungkin terjadi, tidak hanya secara fisik tetapi juga pikiran sehingga kita tetap waspada. Karenanya penting untuk berlatih membangun kebiasaan melakukan zanshin, tidak hanya saat melakukan teknik, tetapi juga setelah teknik selesai dilaksanakan dan dalam waktu jeda antara satu teknik ke teknik lainnya.

Prinsip Ajaran Shorinji Kempo

              Prinsip Pertama Ajaran Shorinji Kempo (Beladiri dan Pengembangan Jiwa dan Raga yang Sehat) Seni ini tidak diciptakan untuk tujuan berkelahi atau mengalahkan orang lain tetapi sebagai metode untuk mempelajari penguasaan diri, keseimbangan jiwa dan raga serta kemajuan bersama dengan latihan. Shorinji Kempo membangun kembali tradisi ini dan memberikan manfaat kemampuan beladiri, pengembangan jiwa dan raga yang sehat.